Bentuk dukungan dari Desi Mamahit, adalah dengan mengingatkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, agar bersiap dalam hal finansial jika serius meningkatkan kemampuan platform alutsista untuk pengembang sistem keamanan negara.
Dalam Video Talkshow yang dirilis Marapi Consulting & Advisory bertema “Masa Depan Alutsista Nasional: Teknologi, Industri Strategis dan Kemandirian Pertahanan Indonesia” pada 11 Mei 2026, Desi Mamahit menegaskan regulasi untuk pengadaan alutsista sudah jelas.
“Mulai dari strategi nasional, terdapat kebijakan umum pertahanan negara (Jakkumhanneg) yang menjelaskan ancaman di masa kini dan masa yang akan datang, serta cara menyikapinya,” ujar dia dikutip redaksi pada Jumat, 15 Mei 2026.
“Salah satunya terkait penambahan kekuatan, termasuk pengadaan alutsista, yang diturunkan ke bawah dalam Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan dan rencana tahunan,” sambung Desi Mamahit.
Mantan Rektor Universitas Pertahanan itu menegaskan, pada dasarnya pengadaan alutsista merujuk pada prediksi ancaman yang ada dalam kebijakan strategis dan perkembangan teknologi, sehingga tetap perlu dipersiapkan untuk penganggarannya.
“Seluruh kebijakan pertahanan dan pengadaan telah dibahas oleh pemerintah dan DPR. Keinginan adanya anggaran yang besar dari bawah (matra TNI) harus disesuaikan dengan keterbatasan keuangan negara,” urainya
Oleh karena itu, Desi Mamahit menyarankan kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyesuaikan kondisi fiskal negara dengan strategi pengembangan platform alutsista yang dimiliki RI saat ini.
“Ketika kita membeli platform, kita juga memikirkan sistem persenjataannya, dan untuk mengatasi ancaman tertentu pasti sudah ada senjata yang disesuaikan,” kata mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL ini.
“Untuk perencanaan, semua sudah tercakup, hanya pelaksanaan nya bertahap diisi, mulai dari platform dulu,” demikian Desi Mamahit menambahkan.
BERITA TERKAIT: