"Memang AMM belum bisa disebut Gusdur Baru. Namun beliau adalah orang yang paling memahami pikiran-pikiran Gusdur," ujar mantan Jurubicara Gusder, Adhie Massardi kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/12).
Menurutnya, AMM bisa disebut anak ideologi dari Gusdur jika memang benar-benar berani melaksanakan pikiran dan gagasan Gusdur, terutama dalam membina kelompok minoritas. Demikian juga dengan capres lainnya.
Sementara AMM yang sering disapa Cak Ali mengatakan, dirinya memang selalu disebut sebagai pengikut Gusdur yang setia. Sebab, secara ideologis, dirinya paling konsisten menjadikan pikiran-pikiran Gusdur sebagai inspirasi dari gerakannya. Ajaran-ajaran Gusdur yang selalu menjadi inspirasinya yaitu, demokrasi sebagai gerak Civil Society, toleransi sebagai sikap sosial, akulturasi dan pluralisme.
"Jika saya dipandang sebagai anak ideologis, saya mengapresiasinya. Mungkin karena konsistensi saya menerapkan ajaran Gusdur dalam gerakan. Namun, saya bukanlah satu-satunya. Saya hanya konsisten memperjuangkan demokrasi dan kemanusiaan," terangnya.
Menurutnya, dalam konteks pencapresan 2014, setiap capres tidak boleh melupakan sisi Gusdur. Artinya, para capres harus bisa merealisasikan kembali beragam pemikiran Gusdur dalam transisi demokrasi yang terus mengalami distorsi selama ini. Gusdur, menurutnya, memang tidak akan dipersonifikasi pada figur capres tertentu tapi, alangkah mulia jika pemikirannya menjadi bagian dari agenda dan cara berpikir capres 2014.
"Itulah yang saat ini sedang saya kembangkan," tandas pejabat Anggota Badan Pemeriksa Keuangan ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: