"Kami tak jemu-jemu sosialisasi bahwa ide dasar kami adalah perubahan. Jadi kami tidak kenal Jokowi dan PDIP. Jika PDIP caspreskan Jokowi sebelum Pileg, kami galang dukungan kepada PDIP. Kalau tidak, kami tak punya pendapat," ujar Roy dalam keterangan pers, Rabu (25/9).
Roy Marten sengaja memilih 5-10 Oktober karena bertepatan dengan Festival Film Cannes di Paris. Banyak seniman dan budayawan seluruh dunia yang tumplek ke Paris, sehingga isu Jokowi bisa disosialisasikan.
Untuk memudahkan Roy yang berangkat dengan biaya sendiri, Relawan telah menyiapkan brosur dalam bahasa Inggris, dikerjakan oleh Irfan Riza yang menempuh pendidikan MSc dan MA di Amerika Serikat, yang kini dikenal sebagai konsultan manajemen kampanye.
Di hampir semua negara Eropa, Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi atau Bara JP) sudah terbentuk. Sementara ini, yang paling aktif adalah Jerman, menyusul Belanda dan Inggris. Di Belanda, keturunan Indonesia yang sudah menjadi warga negara Belanda, banyak yang bergabung menjadi Relawan Jokowi.
"Biar kami tak punya uang kas, kantor pun tak ada dan hanya menumpang rapat di markas seorang aktivis mahasiswa 1974, tim kami lengkap. Mulai dari atas sampai ke bawah, mulai dari pengamen hingga doktor-doktor lulusan luar negeri," kata Roy.
[dem]
BERITA TERKAIT: