Ibadah yang dilakukan dari pukul 13.00 WIB tadi itu dihadiri sekitar 100 orang jemaat gabungan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Dalam kotbah yang disampaikan pendeta dari GKI, Endang Sudarti Ningsih, meminta para jemaat tetap tenang dan berserah diri kepada Tuhan atas cobaan yang ada. Namun yang jelas, pihaknya sangat menyesalkan masih sulitnya beribadah di negara ini.
Ketua jemaat GKI Yasmin, E.R.P Parangin-angin, menyebutkan, kebaktian di depan Istana ini sudah berlangsung selama 1,5 tahun dan dilakukan tiap dua minggu sekali.
"Ibadah di depan Istana, karena kita tidak bisa masuk ke gereja kita. Kita harap ada perhatian dari pemerintah, secara hukum kami sudah dimenangkan oleh Mahkamah Agung," pinta Parangin-angin usai peribadatan.
Namun tetap saja, lanjut dia, hingga kini gereja GKI Yasmin masih disegel. Pemkab Bogor seolah kebal terhadap aturan hukum yang sudah ditetapkan terkait kebebasa untuk beribadah.
Nasib serupa juga dialami gereja para jemaat HKBP Filadelfia yang masih disegel oleh Pemerintah Kota Bekasi.
"Kami masih belum bisa beribadah" ujar Pendeta Palti Panjaitan.
Menurut Palti, mestinya pemerintah dapat bersikap tegas untuk meredakan konflik.
"Karena pemerintahnya tidak tegas, Pemkot jadi tidak tunduk pada hukum institusi dan sudah ada Surat Keputusan Dua Menteri," katanya
. [wid]
BERITA TERKAIT: