Tanpa Kolektif Behavior, Pertentangan Partai Akan Berkutat di Internal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 27 Januari 2013, 12:58 WIB
Tanpa Kolektif <i>Behavior,</i> Pertentangan Partai Akan Berkutat di Internal
yudi latief/ist
rmol news logo Partai politik biasa dipandang sebagai sebuah kolektivitas nilai yang bisa merepresentasikan suatu kolektifitas behavior yang mendukung partai itu atau dengan kata lain memiliki ideologi.

Dan partai akan menjadi bermakna jika bisa membentuk sebuah kolektif identity, kolektif value dan kolektif vision.

"Persoalan yang ada di Indonesia ini adalah pada lemahnya kolektifitas behavior tersebut," ujar Yudi Latief acara diskusi panel bertajuk "Urgensi Penguatan Demokrasi Indonesia" yang diselenggarakan Yellow Forum for Young Leader di Asean Room Hotel Sultan, Jakarta (Minggu, 27/1).

Dikatakan Direktur Eksekutif Reform Institute itu bahwa partai harus membentuk basis-basis kebajikan kolektif, seperti kolektivitas ideologi dan visi. Ini agar partai tidak terpecah-pecah secara internal, sehingga bisa fokus dalam merepresentasikan aspirasi rakyat.

Namun pada kenyataannya saat ini kolektifitas partai semacam itu tidak ada. Situasi seperti ini, lanjut Yudi, akan akan menyulut potensi terjadinya pertarungan antar sesama kader di internal partai itu sendiri.

"Saat terjun dalam pemilu tantangan sesungguhnya bukan antar partai tapi pertentangan dalam partai itu sendiri," demikian Yudi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA