Dengan padamnya api Olimpiade di Milan dan Cortina, berakhirlah rangkaian pesta olahraga musim dingin yang berlangsung selama dua pekan penuh dan menyedot perhatian dunia.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, secara resmi menyatakan Olimpiade ditutup. Dalam pidato penutupnya, ia memuji para atlet yang tampil luar biasa.
“Kalian semua luar biasa, berani, tak kenal takut, penuh semangat. Kalian memberikan segalanya di atas salju dan es,” ujarnya, dikutip dari BBC, Senin 23 Februari 2026.
Coventry menekankan nilai persahabatan dan rasa hormat yang ditunjukkan para atlet selama kompetisi.
“Inilah semangat Olimpiade yang sejati: berkompetisi, merangkul, dan saling mendukung, apa pun hasilnya. Anda telah menunjukkan bahwa Olimpiade adalah tempat untuk semua orang, tempat di mana olahraga menyatukan kita,” ujarnya, menambahkan bahwa meski api Olimpiade dipadamkan, semangatnya akan terus hidup dan menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar.
Kepada tuan rumah Italia, Coventry menyampaikan apresiasi khusus. Ia menyebut arena yang penuh, sorak sorai yang menggema, serta suasana meriah sebagai bukti keberhasilan penyelenggaraan.
Sesuai tradisi, ia juga mengundang dunia untuk kembali berkumpul empat tahun mendatang. “Saya mengajak kaum muda dunia untuk berkumpul lagi di Pegunungan Alpen Prancis pada 2030. Sampai jumpa di tahun 2030,” ucapnya, menandai estafet menuju Olimpiade Musim Dingin berikutnya.
BERITA TERKAIT: