Pembangunan gedung baru PMI yang menelan anggaran Rp233 miliar ini sepenuhnya menggunakan APBD DKI Jakarta. Pembangunan gedung ini menunjukan transparansi pemanfaatan hasil pajak yang dikumpulkan dari masyarakat.
Peresmian ini turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI yang saat ini menjabat Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, dan Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani.
"Saya dengan Pak JK (Jusuf Kalla) terus terang kagum dengan gedung ini. Artinya, gedung ini seribu persen dibangun dari pajak. Orang membayar pajak. Dan Jakarta adalah kota yang memberikan transparansi terhadap pemanfaatan pajak," ujar Pramono.
Pramono pun berpesan agar gedung ini dirawat dan dijaga dengan baik, sehingga dapat memberikan layanan optimal kepada masyarakat.
Dia juga menyampaikan transparansi dan kepastian iklim usaha berhasil meningkatkan kepercayaan pelaku usaha kepada Pemprov DKI. Hal ini tercermin dari banyaknya pembangunan yang dilakukan menggunakan pembiayaan kreatif, seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Berbagai pembangunan yang dilakukan menggunakan pembiayaan kreatif tersebut di antaranya pedestrian deck Dukuh Atas, penataan Taman Semanggi, dan lainnya.
"Tidak menggunakan dana APBD. Dari mana? Karena strategic partner tadi. Sehingga orang punya percaya dengan Pemerintah DKI Jakarta, itulah yang kita gunakan untuk membangun Jakarta sekarang ini," katanya.
Sementara di sektor kesehatan, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI menjadi satu-satunya provinsi yang telah menerapkan Nucleic Acid Test untuk penyakit-penyakit seperti hepatitis, HIV, dan sebagainya.
Sementara Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang membantu pembangunan markas PMI DKI Jakarta demi kepentingan kemanusiaan.
"Saya sungguh berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Jakarta, Pak Gubernur, atas hibah atau pembangunan markas ini dan Unit Donor Darah," ujar JK.
Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan kantong darah bagi masyarakat serta membantu para korban bencana.
"Bayangkan kalau keluarga kita sakit, harus operasi, dan harus ditransfusi, jam berapa pun datang ke PMI untuk mengambil. Itu artinya berapa ribu orang sebulan diselamatkan karena Unit Donor Darah ini," tandasnya.
BERITA TERKAIT: