Memasuki hari keempat operasi, pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Total luas area pencarian mencapai sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
”Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, kepada wartawan.
Sejumlah alat utama sistem keselamatan (alut) dikerahkan dalam operasi tersebut, yakni KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, dan TB Gunung Santri.
Selain armada laut, Tim SAR juga mengerahkan dua unit drone thermal untuk membantu pencarian.
Al Amrad memastikan seluruh unsur dan sarana yang tersedia dioptimalkan dalam operasi pencarian.
”Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor yang telah ditentukan,” katanya.
”Kami berharap perluasan area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang,” harapnya.

BERITA TERKAIT: