Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi V DPR Lasarus usai rapat dengan Menteri Perhubungan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Legislator PDIP ini mengatakan, pihaknya menghormati kewenangan penyidik dalam menetapkan tersangka.
Namun, menurutnya, berbagai faktor yang ditemukan dalam laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara utuh.
“Kami tentu berharap tidak selesai pada masinis,” kata Lasarus.
Ia pun menyoroti adanya persoalan sinyal yang bermasalah sebagaimana disebut dalam laporan KNKT. Menurutnya, perlu diketahui pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem persinyalan tersebut karena turut berkaitan dengan terjadinya kecelakaan.
“Itu kan bagian yang tidak terpisahkan juga dari kejadian ini sampai terjadi,” kata Lasarus.
Selain persinyalan, Lasarus juga menyoroti sistem komunikasi yang dinilai tidak berjalan dengan baik.
Kondisi tersebut menyebabkan informasi penting untuk mencegah kecelakaan tidak tersampaikan. Padahal masih terdapat jeda waktu sebelum kejadian.
“Padahal ada jeda waktu yang cukup,” kata Lasarus.
Lasarus juga meminta persoalan ketidaktaatan terhadap jadwal keberangkatan kereta turut diperiksa. Ia mempertanyakan pihak yang memiliki kewenangan dalam mengatur keberangkatan tersebut.
“Kalau mau mengurai ini harus diurai tuntas. Semua harus kita telusuri satu-satu,” kata Lasarus.
Menurut Lasarus, apabila kecelakaan tersebut terbukti merupakan akibat kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa, maka seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan rangkaian kejadian tersebut perlu diperiksa sesuai ketentuan hukum.
“Yang bertanggung jawab, kalau satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, ya semua harus kita tersangkakan yang terlibat,” kata Lasarus.
Lasarus juga mempertanyakan status pendamping masinis yang berada di lokasi yang sama saat menjalankan tugas. Menurutnya, keberadaan pendamping tersebut juga menjadi bagian yang perlu dijelaskan dalam proses penyidikan.
“Nah, pendamping masinis ini statusnya apa hari ini, kan kita belum tahu juga,” pungkas Lasarus.
BERITA TERKAIT: