Perbaikan tersebut menyasar sejumlah bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat.
"Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad dalam keterangan resmi, Rabu 9 September 2026.
Saat ini SDN Mboeng memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah memiliki 10 tenaga kependidikan.
Namun, kondisi sarana dan prasarana sekolah masih menjadi persoalan. Dari total bangunan yang ada, terdapat lima bangunan permanen. Dua ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.
Kondisi SDN Mboeng sebelumnya viral di media sosial setelah kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan.
Perhatian semakin besar karena sekolah tersebut diketahui mendapatkan perangkat digital. Padahal saat ini sekolah diduga belum memiliki sumber listrik yang memadai.
Tidak hanya SDN Mboeng, Kemendikdasmen mencatat program revitalisasi sekolah menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT.
“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” kata Salim.
BERITA TERKAIT: