Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas RI untuk mendukung penyediaan dan pendistribusian bahan pangan pokok kepada masyarakat terdampak. Proses penyalurannya akan dilakukan melalui jaringan tanggap kemanusiaan Baznas RI berdasarkan kebutuhan prioritas yang teridentifikasi di lapangan.
Akulaku Group diwakili oleh Herryson selaku Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia; Edy Salim selaku Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia; serta Adrian Soewardjo selaku Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk.
Sementara itu, Baznas RI diwakili oleh Syarifuddin, selaku Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan, Pengembangan, dan Inovasi.
“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Edy Salim dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dunia usaha dan lembaga kemanusiaan dapat membantu memperkuat upaya bersama dalam merespons bencana.
Bantuan tersebut akan diarahkan untuk pengadaan dan pendistribusian bahan pangan pokok, antara lain beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat selama masa tanggap darurat dan tahap awal pemulihan.
Baznas RI akan mengkoordinasikan penyaluran bantuan melalui jaringan kemanusiaan yang dimilikinya, termasuk untuk menjangkau wilayah terdampak bencana yang sulit diakses.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah serta menyebabkan kerusakan pada rumah dan infrastruktur penting.
BERITA TERKAIT: