Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam program perlindungan anak yang dijalankan Human Initiative di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Salah satu fokusnya adalah penanganan stunting, yang sejak 2025 menjadi perhatian dalam program Golf for Humanity.
Pada pelaksanaan pertama Golf for Humanity tahun lalu, dukungan yang terkumpul diarahkan untuk membantu penanganan stunting pada anak di NTT. Program tersebut kemudian dikembangkan pada 2026 dengan cakupan yang lebih luas, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, perlindungan, hingga dukungan psikososial.
Pendekatan tersebut diarahkan agar penanganan persoalan anak tidak berhenti pada pemberian bantuan makanan, tetapi juga menyentuh kondisi keluarga dan lingkungan yang ikut memengaruhi tumbuh kembang anak.
Vice President Human Initiative Bambang Suherman mengatakan, persoalan anak membutuhkan penanganan yang berkelanjutan karena kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan makanan dan kesehatan.
Pemenuhan hak anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Penanganan stunting, misalnya, tidak cukup hanya dengan memastikan asupan gizi, tetapi juga perlu melihat kondisi kesehatan, pola pengasuhan, pendidikan, serta lingkungan tempat anak tumbuh.
Dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat 11 September 2026, Bambang juga menekankan, keterlibatan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi yang diberikan dapat berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, program di NTT dan Maluku diselaraskan dengan Program Perlindungan Khusus Anak (PKA) Nasional. Dukungan mencakup penyediaan makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan, bantuan perlengkapan dan biaya pendidikan, dukungan psikososial, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan.
Orang tua atau wali juga menjadi bagian dari intervensi melalui edukasi mengenai pendampingan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga setelah dukungan program berakhir.
Secara global, persoalan gizi masih menjadi tantangan besar. Data yang disampaikan dalam program tersebut mencatat sekitar 149 juta anak mengalami stunting dan 45 juta anak mengalami wasting.
Karena itu, dukungan untuk anak perlu ditempatkan sebagai upaya jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat. Kesehatan dan pemenuhan gizi perlu berjalan beriringan dengan pendidikan serta perlindungan dari berbagai risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
Golf for Humanity 2 menjadi salah satu sarana penggalangan dukungan untuk program tersebut. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 11 Oktober 2026 di Jagorawi Golf & Country Club, Bogor, itu mengusung tema “Teeing Up Hope for Children Protection, One Swing at a Time”.
Melalui program ini, Human Initiative menargetkan dukungan yang terkumpul dapat kembali diarahkan untuk memperkuat intervensi bagi anak dan keluarga di NTT serta Maluku, khususnya dalam aspek kesehatan, gizi, pendidikan, dan perlindungan anak.

BERITA TERKAIT: