Tim kemanusiaan yang dikirim 98 Resolution Network tersebut terdiri atas KRAy Intan Dewi Rumbinang sebagai koordinator, serta Restianti, Agustin Lumban Gaol, Sinar Shinta Wijayanti, Wilfridus Yons Ebit, dan Yudi Kusuma sebagai anggota tim.
"Mereka bertugas melaksanakan koordinasi lapangan, pengangkutan, pendataan, penyerahan bantuan, dokumentasi, dan penyusunan laporan kegiatan," kata Pendiri 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, dikutip Minggu 20 September 2026.
Haris menjelaskan bahwa misi tersebut dilaksanakan untuk memastikan bantuan yang dihimpun melalui 98 Resolution Network dapat disalurkan secara terkoordinasi, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bantuan harus disalurkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya kebutuhan tenda dan selimut untuk menghadapi perubahan cuaca, serta kebutuhan pendukung pemulihan kegiatan pendidikan anak-anak pascagempa,” kata Haris.
KRAy Intan Rumbinang menambahkan, sumber donasi dan bantuan yang dihimpun dari Keluarga Besar 98 Resolution Network, Yayasan Generasi Hebat Sejahtera, PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Berkah Industri Mesin Angkat, serta Komunitas CEO Indonesia.
"Bantuan yang disalurkan meliputi ratusan tenda berukuran besar untuk sekolah darurat dan tenda mandiri untuk masyarakat, puluhan whiteboard, ratusan selimut, jas hujan, ribuan susu, makanan instan, uang tunai dan sejumlah kebutuhan pendukung lainnya," kata KRAy Intan.
Haris melanjutkan, pelaksanaan kegiatan juga memperoleh dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam bentuk bantuan mobilisasi tim dan transportasi barang bantuan menuju wilayah sasaran.
"Misi kemanusiaan berlangsung pada 19–21 September 2026. Pada hari pertama, bantuan secara simbolis diserahkan kepada Keuskupan Labuan Bajo dan diterima oleh Tim Ekonomi Keuskupan Labuan Bajo yang diwakili Romo Yuvens," kata Haris.
Setelah penyerahan simbolis, tim melanjutkan penyaluran bantuan ke SD Nggorang di Kecamatan Komodo dan SMK Golo Mori di wilayah selatan Labuan Bajo.
Pada hari kedua, tim bergerak menuju SMA Negeri 2 Kuwus. Seluruh bantuan bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Kuwus dan Kecamatan Ndoso dititipkan di SMA Negeri 2 Kuwus sebagai titik serah terima terpusat, disertai pendataan dan daftar alokasi sekolah penerima.
Haris Rusly Moti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana,” tutup Haris.
BERITA TERKAIT: