Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Pandjaitan mengatakan, selain 273
hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, satelit juga mendeteksi 2.420 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 81
hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
"Pemantauan
hotspot selama 24 jam berdasarkan satelit NASA, terdeteksi 273
hotspot dengan kepercayaan tinggi dan 2.420 kepercayaan menengah dan 81
hotspot kepercayaan rendah," kata Berton saat siaran langsung di kanal YouTube BNPB, Minggu, 23 Agustus 2026.
Sementara itu, luas indikatif lahan terbakar di Kalbar hingga 19 Agustus 2026 tercatat mencapai 310 hektare.
Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara di sejumlah wilayah umumnya berada pada kategori tidak sehat.
Jarak pandang bahkan berada di bawah satu kilometer di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap.
BNPB mengerahkan 10.010 personel untuk operasi darat di Kalbar. Sementara untuk operasi udara, disiapkan armada patroli udara, helikopter
waterbombing, serta pelaksanaan OMC.
Berton mengatakan, jumlah
hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, data
hotspot tersebut tetap harus dikonfirmasi melalui peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara.
"Data
hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara, kegiatan operasi udara maupun operasi darat terus dioptimalkan untuk mencegah dan mengantisipasi meluasnya karhutla," kata Berton.
Berdasarkan data dari BMKG, kata Berton, memperkirakan terdapat potensi hujan ringan di sebagian wilayah Kalbar pada 23-29 Agustus 2026. Meski demikian, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode tersebut.
BERITA TERKAIT: