Penurunan Bitcoin terjadi sejalan dengan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 0,89 persen dalam 24 jam, sementara Bitcoin melemah sekitar 0,94 persen pada periode yang sama. Pergerakan ini menunjukkan pasar tengah memasuki fase konsolidasi setelah Bitcoin mencatat kenaikan 42,9 persen sepanjang kuartal III.
Tekanan jual tersebut belum disertai kabar negatif besar yang secara khusus menekan Bitcoin. Sebaliknya, sejumlah sentimen positif masih muncul dari perkembangan sebelumnya, termasuk Citigroup yang menaikkan target harga Bitcoin menjadi 113.000 Dolar AS dan kembali masuknya dana ke ETF Bitcoin spot AS pada 1 Oktober.
Karena itu, pelemahan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan aksi ambil untung dan koreksi teknis setelah reli sebelumnya. Pergerakannya juga memiliki korelasi sebesar 82 persen dengan emas dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan bahwa kedua aset tersebut turut dipengaruhi oleh faktor makro yang serupa.
Dari sisi teknikal, Bitcoin kini menguji level support Fibonacci 0,618 di sekitar 84.012 Dolar AS. Level tersebut menjadi area penting bagi investor karena kemampuan Bitcoin bertahan di atasnya dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Jika support tersebut mampu dipertahankan dan arus dana ke ETF Bitcoin kembali berlanjut, Bitcoin berpotensi mencoba menguji kembali level tertinggi September di sekitar 87.300 Dolar AS. Namun, jika tekanan jual semakin kuat, area 84.012 Dolar AS akan menjadi titik yang perlu diperhatikan pasar.
Perhatian berikutnya akan tertuju pada kebijakan moneter AS. Pertemuan Federal Reserve pada 28 Oktober menjadi salah satu agenda penting karena sinyal mengenai arah suku bunga dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
BERITA TERKAIT: