Prof. Andy Fefta Wijaya:

Anak Muda Jangan Mudah Terprovokasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 18 Agustus 2026, 14:34 WIB
Anak Muda Jangan Mudah Terprovokasi
Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Publik, Prof. Andy Fefta Wijaya. (Foto: Times Indonesia)
Kecil Besar
rmol news logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81, diharapkan tak sekadar mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjadi momentum refleksi generasi muda untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
HUT RMOL news

Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya menilai, anak muda khususnya mahasiswa diharap mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi. 

Prof. Andy memandang, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah Indonesia ke depan, terutama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Semangat kemerdekaan harus diteruskan oleh generasi muda melalui karya, prestasi, inovasi, dan kontribusi nyata,” ujar Prof. Andy kepada RMOL, Selasa 18 Agustus 2026.

Ia menilai, kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh generasi terdahulu perlu dimaknai lebih jauh dengan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.

Di sisi lain, Prof. Andy juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, terutama di ruang digital. 

Menurutnya, derasnya arus informasi membuat masyarakat, khususnya anak muda, perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah termakan hoaks dan disinformasi. Anak muda harus kritis dalam menerima informasi, melakukan verifikasi, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Menurut Prof. Andy, menjaga kemerdekaan di era digital tidak hanya dilakukan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan media sosial. 

Generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem digital yang sehat dengan menyebarkan informasi yang mencerdaskan dan membangun.

Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, berprestasi, sekaligus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan informasi dan perubahan sosial.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” demikian Prof. Andy. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA