Sayangnya, semangat tinggi para siswa di SD Inpres Wae Moto selama ini harus berjalan berdampingan dengan keterbatasan fasilitas belajar hingga akses sanitasi yang belum memadai.
Kondisi tersebut menggugah komitmen sosial melalui program PNM Peduli untuk melakukan revitalisasi sekolah, menyambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Harapan besar itu salah satunya terpancar dari Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang pantang menyerah menuntut ilmu demi menghargai jerih payah orang tuanya.
"Saya tetap semangat sekolah karena tahu orang tua bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," tutur Mariva, Rabu, 22 Juli 2026.
Melalui aksi kepedulian ini, renovasi dilakukan pada ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, perbaikan fasilitas sanitasi dan akses air bersih, hingga pemenuhan sarana pendukung pembelajaran yang dibutuhkan pihak sekolah.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa langkah pemberdayaan ekonomi perempuan yang dilakukan institusinya harus memberikan dampak berantai (
multiplier effect) bagi kesejahteraan keluarga, terutama masa depan anak-anak nasabah.
Di SD Inpres Wae Moto sendiri, sebanyak 14 dari total 64 siswa merupakan anak dari nasabah program Mekaar.
"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tetapi juga pendampingan usaha agar manfaatnya dirasakan keluarga, terutama anak. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mulai menggapai cita-cita, mereka ingat bahwa hari ini kita percaya pada mimpi-mimpi mereka," ujar Kindaris.
Lewat penyediaan fasilitas sanitasi dan ruang belajar yang lebih manusiawi, anak-anak di pelosok NTT kini dapat tumbuh, belajar, dan menyalakan mimpi dengan jauh lebih percaya diri.
BERITA TERKAIT: