Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 23 September 2026, 06:40 WIB
Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu
Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Safety Riding, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (Ojol) tunarungu di Ruang Heritage, Gedung Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Untuk mewujudkan inklusi sosial, Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Safety Riding, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (Ojol) tunarungu. 

Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI ini dilangsungkan di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PM, Jakarta, pada Senin 21 September 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari menyampaikan bahwa melalui dukungan pada program tersebut, pihaknya ingin memastikan komitmen pemerintah terhadap penyandang disabilitas bukan hanya wacana.

“Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh 
ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” kata Dyah dalam keterangannya, dikutip Rabu 23 September 2026.

Menurutnya, program kolaborasi ini dapat membantu mewujudkan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas, dalam hal ini pengemudi ojol tunarungu.

“Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman 
dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Dyah.

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie menyampaikan bahwa acara tersebut diikuti oleh pengemudi ojol tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI).

“Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari Jabodetabek, dan di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu ada sekitar 1.300 orang," kata Slamet.

Menurutnya, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok rentan dalam dunia kerja di Indonesia, sehingga perlu difasilitasi terkait literasi keuangan dan juga safety riding untuk memastikan keberlanjutan aktivitas ekonominya.

Sementara itu, Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi mengatakan, kegiatan tersebut penuh makna karena membuka akses bagi pengemudi ojol yang juga merupakan penyandang disabilitas.

“Acara ini penuh makna, membuka wawasan bagi pengemudi ojol terkait perencanaan keuangan dan juga pelatihan safety riding,” kata Gatot.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA