Diperkirakan akan ada 100 ribu umat dari berbagai penjuru Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten yang akan berkumpul di kawasan ikonik Jakarta Pusat tersebut untuk memanjatkan Zikir dan Doa Kebangsaan, sebuah tradisi spiritual mengawali peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kementerian Agama (Kemenag) bersama lintas lembaga, TNI, Polri, hingga Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat mematangkan teknis di lapangan. Mulai dari panggung utama, pos kesehatan, pengamanan, hingga skema penataan lalu lintas terus disempurnakan.
"Kami ingin memastikan setiap jemaah yang hadir bisa mengikuti acara dengan tenang dan khusyuk," terang Sekretaris Tim Kerja Kemenag, Muchlis M. Hanafi, dalam pernyataannya di di group WA Jurnalis Kemenag.
Mengingat besarnya jumlah massa di ruang terbuka, Kemenag mengingatkan jemaah untuk datang lebih awal. Peserta juga diimbau membawa peralatan salat sendiri untuk Salat Magrib berjemaah, membatasi barang bawaan pribadi, serta disiplin mematuhi arahan petugas lapangan demi keamanan dan kebersihan bersama.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, Zikir Kebangsaan ini membawa pesan mendalam: bahwa kemajuan Indonesia tak hanya dibangun dari keringat kerja keras, tetapi juga dari ketulusan doa. Energi moral inilah yang diharapkan menjadi pengikat persatuan bangsa menuju masa depan yang adil dan makmur.
BERITA TERKAIT: