Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Menyikapi kejadian ini, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengajak warga Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi terhadap isu yang belum jelas kebenaran.
Hal ini disampaikan Arifin, saat salat Jumat di Masjid Jami' Matraman, Jumat, 31 Juli 2026. Arifin menyampaikan, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat hukum, tapi juga semua elemen masyarakat.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga. Saat ini situasi di Matraman Dalam sudah kembali kondusif," ujar Arifin.
Ia menuturkan, Islam mengajarkan umatnya mengedepankan tabayun dan musyawarah. Perbedaan tidak boleh memutus tali persaudaraan.
"Saya mengajak semua untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan kepala dingin dan semangat kekeluargaan," tuturnya.
Ia juga memaparkan rencana pemugaran bangunan bersejarah, Masjid Jami Matraman oleh Pemprov DKI Jakarta. Diharapkan, keberadaannya tidak sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan perekat ukhuwah Islamiyah maupun wathaniyah.
"Pemprov DKI Jakarta berkomitmen hadir di masyarakat, memperkuat pelayanan publik dan memastikan hidup aman serta saling menghormati. Mari menjadi pelopor perdamaian, bukan penyebar kebencian," tandasnya.
BERITA TERKAIT: