Peninjauan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dilakukan untuk memastikan peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri dapat terealisasi secara optimal dan berkelanjutan.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kehadiran K-SIGN diharapkan mampu membawa dampak positif yang nyata bagi warga Rote Ndao maupun masyarakat Nusa Tenggara Timur secara luas melalui lonjakan produksi garam lokal.
“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” kata Zulkifli, dalam keterangannya, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan kawasan pergaraman terpadu ini akan terus dikawal sesuai dengan arahan Presiden. Pemerintah juga mendorong sinergi yang makin erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan agar proyek strategis ini dapat rampung tepat waktu dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Selain Zulkifli Hasan, yang memimpin peninjauan, hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Direktur Utama PT Garam Abraham Mose, serta jajaran direksi PT Nindya Karya (Persero) yakni Direktur Utama Firmansyah dan Direktur Operasi I Fatchurrohman.
BERITA TERKAIT: