Dalam tangkapan layar yang diunggah, tagihan listriknya terlihat relatif stabil di kisaran Rp200.000 hingga Rp250.000 per bulan selama Januari–April 2026. Namun, pada tagihan Mei 2026 yang dibayarkan Juni 2026, nilainya melonjak drastis menjadi Rp911.678.
“Gara-gara lihat thread listrik naik, langsung gue cek. Edyaan, naik hampir 3x lipat,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warganet lain yang mengaku konsumsi listriknya meningkat sekitar 40 kWh dalam dua bulan terakhir, meski pola penggunaan di rumah disebut tidak berubah. Fenomena ini memicu tanda tanya di kalangan masyarakat terkait penyebab lonjakan tagihan maupun konsumsi listrik dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif listrik untuk periode triwulan April–Juni 2026 tidak mengalami kenaikan. Mengacu pada informasi resmi PT PLN (Persero), tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap sama seperti periode sebelumnya.
Berikut rincian tarif listrik per kWh untuk Triwulan II (April–Juni 2026):
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.445 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.445 per kWh
- Golongan R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp1.700 per kWh
- Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.700 per kWh
- Golongan B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.445 per kWh
- Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.122 per kWh
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.122 per kWh
- Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp997 per kWh
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.700 per kWh
- Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.533 per kWh
- Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp1.700 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT: Rp1.645 per kWh

BERITA TERKAIT: