Ia bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit saat hendak menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
"Belakangan kondisi kesehatan SR menurun drastis dan mengalami tekanan mental serta keterbatasan biaya untuk berobat," kata kuasa hukum ICS dan SR, Irfan Fadhly Lubis kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Parahnya lagi, lanjut Irfan, SR sampai berniat untuk menjual ginjal demi biaya pengobatan. Namun, kondisi kesehatan SR disebut sudah tidak baik, karena harus rutin menjalani cuci darah.
"Keluarga dan sahabat SR berencana membawa SR berobat ke penang, Malaysia," jelas Irfan.
Dari sini, SR pasrah terhadap kondisi yang dihadapi, salah satunya juga kemungkinan kehilangan aset yang dimiliki di kawasan Roa Malaka, Tambora yang dikabarkan telah beralih kepemilikan.
Sementara itu, SR berharap perkara ini dapat diselesaikan secara damai lewat mekanisme restorative justice (RJ), karena ingin fokus untuk memulihkan kondisi kesehatannya.
"Yang penting saya bisa sembuh dan kembali sehat, karena harta bisa dicari, yang utama kesehatan. Apalagi harta saya diambil dengan cara melawan hukum, Tuhan pasti akan menggantikan dengan yang lebih baik," kata SR.
BERITA TERKAIT: