Tidak hanya menjadi tempat rekreasi, Kota Tua juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang menarik untuk dipelajari. Sebagai ikon wisata sejarah di ibu kota, Kota Tua menghadirkan berbagai spot menarik yang bisa dijelajahi wisatawan.
Suasana khas dengan jalanan berbatu dan arsitektur kuno menjadikan kawasan ini spot favorit untuk berfoto maupun sekadar bersantai. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Berikut ini tempat wisata bersejarah di Kota Tua Jakarta yang bisa dikunjungi:
1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Gedung putih besar ini menjadi bangunan pertama yang menyambut pengunjung Kota Tua. Museum ini dulunya merupakan balai kota Batavia, kini menyimpan beragam peninggalan pemerintahan Belanda seperti mebel, ilustrasi tokoh sejarah, hingga ruang penjara bawah tanah.
2. Toko Merah
Sesuai namanya, bangunan ini berwarna merah mencolok dan pernah menjadi tempat tinggal Gubernur Jenderal Kota Batavia. Tempat ini menjadi saksi bisu pembantaian terhadap orang Tionghoa.
Kini, Toko Merah telah berubah fungsi menjadi sebuah kafe estetik.
3. Kanal Kota Tua
Berada tepat di seberang Toko Merah, kanal ini dulunya menjadi jalur perdagangan kapal-kapal dagang Belanda. Kini, kanal tersebut difungsikan sebagai jembatan budaya dan menjadi spot foto yang instagramable.
5. Museum Wayang
Museum ini dipenuhi koleksi wayang dan boneka dari berbagai negara, seperti wayang golek, si gale-gale, hingga boneka unyil. Gedungnya dulunya merupakan gereja pertama di Batavia, yang di dalamnya terdapat makam tokoh penting, termasuk Jan Pieterszoon Coen.
6. Museum Bank Indonesia
Museum ini menampilkan sejarah uang di Indonesia, mulai dari masa kerajaan hingga kolonial. Dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2006, museum ini juga merupakan cagar budaya.
7. Kantor Pos Kota Tua
Tepat di seberang Museum Sejarah Jakarta berdiri Kantor Pos pertama di Indonesia yang telah ada sejak masa VOC. Kantor pos ini didirikan oleh Gubernur Jenderal G. W. Baron Van Imhoff pada 26 Agustus 1746.
8. Pelabuhan Sunda Kelapa
Nama Sunda Kelapa sudah ada sejak masa Kerajaan Pajajaran, namun baru berfungsi sebagai pelabuhan pada abad ke-5 di masa Kerajaan Tarumanegara. Lokasinya strategis sehingga dijadikan jalur perdagangan.
BERITA TERKAIT: