Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah sekaligus membuka jalan bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas, termasuk bagi perjuangan rakyat Palestina.
“Saya sangat berharap hal ini dapat mengakhiri ketegangan, mencegah eskalasi konflik, serta membuka jalan bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan, termasuk penghentian kejahatan Zionis Israel kepada warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.
Sudarnoto mengatakan, berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran juga memiliki arti strategis bagi kawasan dan dunia.
Selain mencegah ancaman perang yang lebih luas, kesepakatan tersebut dinilai dapat menjaga stabilitas jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz, mencegah lonjakan harga energi dunia, serta mengurangi dampak negatif terhadap perekonomian global yang selama ini dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Lebih jauh, MUI berpandangan bahwa perdamaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai penghentian konflik sementara, melainkan harus menjadi fondasi bagi terbentuknya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
MUI berharap momentum perdamaian AS-Iran dapat mendorong penyelesaian konflik Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Hemat saya kesepakatan damai ini harus menjadi titik awal bagi terciptanya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar penghentian konflik yang bersifat sementara. Karena itu, melalui titik awal ini pemerintah Israel juga bisa dipaksa untuk menghentikan kejahatannya dan keluar dari seluruh wilayah Palestina," tegas Sudarnoto.
MUI juga mendesak agar semangat perdamaian yang menjadi dasar kesepakatan AS-Iran dilanjutkan dengan langkah konkret untuk menghentikan kekerasan, agresi militer, dan pelanggaran hak asasi manusia di berbagai wilayah konflik, khususnya Gaza.
BERITA TERKAIT: