Namun demikian, tantangan masih ada, mulai dari angka putus sekolah di sejumlah daerah, kesenjangan akses digital, hingga tekanan ekonomi keluarga.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam reses Ramadan yang dihadiri anak-anak penerima PIP dan orang tua siswa di Ponorogo, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa bantuan PIP bukan sekadar bantuan seragam atau buku, tetapi investasi masa depan.
“Dana ini adalah amanah. Harus tepat sasaran, tepat guna, tanpa potongan, dan tanpa penyalahgunaan. Kita semua wajib mengawalnya,” kata Ibas, dikutip Minggu 1 Maret 2026.
Ia mendorong sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam memastikan pemanfaatan PIP berjalan optimal. Sekolah harus aktif membina, orang tua mendampingi dengan penuh perhatian, dan pemerintah hadir dalam pengawasan.
“Jika satu anak berhasil, satu keluarga akan terang. Jika banyak anak berhasil, Indonesia akan gemilang," kata Ibas.
Reses pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaya saing.
BERITA TERKAIT: