Program ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang aman, layak, dan terintegrasi.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, infrastruktur pendidikan yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang berdaya saing.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan total nilai kontrak sekitar Rp1,53 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025?"2026.
Paket pertama dikerjakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sedangkan paket kedua dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Untuk Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1, pembangunan dilakukan di Aceh Besar, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Hingga 30 Januari 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 2,81 persen. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026.
Sementara itu, Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 dibangun di Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil. Progres fisik tercatat sebesar 1,70 persen, dengan masa pelaksanaan pekerjaan sejak 18 Desember 2025 hingga 14 Agustus 2026.
“Program Sekolah Rakyat Tahap II merupakan kelanjutan dari 164 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I yang telah diselesaikan pada 2025. Seluruh pembangunan dilakukan secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah,” jelas Dody dikutip
Kantor Berita RMOLAceh, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menambahkan, setiap Sekolah Rakyat dilengkapi dengan asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta fasilitas pendukung lainnya, seperti klinik kesehatan, dapur sehat, lapangan olahraga, dan ruang kegiatan ekstrakurikuler.
Seluruh bangunan dirancang dengan pendekatan mitigasi bencana guna menjamin keamanan dan keberlanjutan pemanfaatan jangka panjang.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi serta 102 kabupaten/kota. Program ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 112 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, dan mulai dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027.
BERITA TERKAIT: