Penambang Rakyat Poboya Turun Jalan, Desak Penciutan Wilayah Konsesi CPM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 28 Januari 2026, 20:51 WIB
Penambang Rakyat Poboya Turun Jalan, Desak Penciutan Wilayah Konsesi CPM
(Foto: Istimewa)
rmol news logo Ribuan penambang rakyat dari kawasan Poboya, Kota Palu, turun ke jalan menyuarakan tuntutan lama yang belum terwujud. 

Mereka mendesak pemerintah agar sebagian lahan konsesi dari PT Citra Palu Minerals (PT CPM) diciutkan dan ditetapkan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Massa penambang memblokir akses jalan menuju area tambang Poboya. Puluhan truk dan kendaraan pengangkut material diparkir berjajar, sementara ratusan penambang duduk berkelompok di badan jalan, menghentikan total aktivitas tambang.

Tokoh Front Pemuda Kaili (FPK) Sulawesi Tengah, Amir Sidiq mengatakan, massa aksi diperkirakan mencapai 4.000 orang, berasal dari berbagai latar belakang seperti sopir truk, operator tromol, buruh angkut, dan pekerja tambang lainnya.

“Ini bentuk solidaritas kami untuk memperjuangkan hak hidup ribuan keluarga,” kata Amir dalam keterangan tertulis, Rabu 28 Januari 2026.

Amir juga memberikan sikap tegas bahwa jika tidak ada langkah konkret dari pihak perusahaan dan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, massa akan kembali turun dengan jumlah yang lebih besar.

“Aksi ini akan terus berjalan sampai tuntutan kami diterima,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA