Ribuan ikan yang ditemukan mati tersebut, diduga tercemar limbah dari penambang emas tanpa izin (Peti) di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung.
“Iya benar banyak ikan mati diduga karena tercemar limbah dari penambang emas,†kata Aceng (48) ketika ditemui wartawan di lokasi, Rabu (2/2).
Aceng mengatakan, warga mulai datang mengambil bangkai ikan di sepanjang aliran Sungai Cikaniki sejak pagi hari.
“Kami baru tahu pagi ada warga yang ke Sungai Cikaniki melihat ikan mati. Padahal awalnya tidak pernah terjadi pasca pembersihan 'Peti',†jelasnya.
Senada, Holid, tokoh pemuda setempat, menduga ikan-ikan mati tersebut terkena racun yang diduga di buang ke sungai.
"Ini membahayakan. Kasian rakyat makan ikan mati yang beracun, " katanya.
Belakangan, pihak keamanan melakukan razia ke penambang liar. Hanya saja tidak didapat penambang dan muatan kimia di lokasi penambangan liar itu. Diduga kuat muatan kimia beracun dibuang ke sungai.
BERITA TERKAIT: