Forum tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat arah kepemimpinan organisasi yang tetap berpegang teguh pada Khittah Nahdlatul Ulama 1926 sekaligus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur'an dan doa bersama yang dilaksanakan pada Jumat malam, 17 Juli 2026, di lingkungan Pesantren Luhur Ciganjur.
Halaqah akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan menghadirkan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama sebagai pembicara maupun pengisi acara.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur, KH Syaifullah Amin, dilanjutkan sambutan Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur KH Arif Rahman Hamid, serta Ketua PBNU Savic Ali.
Sementara itu, Mustasyar PBNU Nyai Hj Sinta Nuriyah dijadwalkan menjadi keynote speaker yang akan menyampaikan pandangannya mengenai arah kepemimpinan NU dalam menghadapi tantangan abad kedua.
Halaqah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan pandangan strategis mengenai masa depan organisasi menjelang Muktamar NU ke-35.
Selain memperkuat komitmen terhadap Khittah NU 1926, forum itu juga diharapkan melahirkan berbagai rekomendasi terkait model kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi keilmuan, memperkuat kemandirian organisasi, serta menjawab dinamika sosial, kebangsaan, dan perkembangan global yang dihadapi warga Nahdliyin.
Halaqah Pra Muktamar ini menjadi salah satu rangkaian diskusi menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi pada periode mendatang.
BERITA TERKAIT: