Aksi ini dimotori puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Cilograng (GMPC), Biker Cikamunding Bikers Community (CBC) dan Kumala PW Lebak. Aksi ini juga merupakan ungkapan kekecewaan atas pembangunan di Lebak Selatan yang masih termarjinalkan.
Ketua GMPC Edi A Nurjaman mengatakan, pemerintah kabupaten Lebak harus lebih peduli dan memperhatikan pembangunan di wilayah selatan khususnya Cilograng yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Di kecamatan tersebut, ujar dia, masih banyak jalan-jalan desa yang rusak dan belum tersentuh pembangunan sama sekali.
“Padahal, Lebak sudah 190 tahun berdiri, tapi pemerintah Kabupaten Lebak seolah tutup mata dengan kondisi wilayah selatan yang masih tertinggal, ini upaya pengkerdilan bagi wilayah Cilograng,†katanya seperti dilansir
RMOL Banten.
Protes senada disampaikan Koordinator Aksi, Wawan Setiawan. Pihaknya mencatat, ada 10 desa di wilayah Kecamatan Cilograng yang kondisi jalannya rusak parah. Wawan juga mengkritik sikap pemerintah setempat seperti aparat Desa dan Kecamatan yang terkesan apatis atas kondisi wilayahnya.
“Saya berharap pemerintah kabupaten turun ke desa-desa yang ada di Cilograng, agar mereka tahu bahwa akses jalan desa yang dibiarkan rusak ini menjadi penghambat bagi aktifitas masyarakat Cilograng,†ujarnya.
[yls]
BERITA TERKAIT: