Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad mengatakan, gelaran Lebaran Betawi ke-18 ini terbilang spesial, karena bertepatan menuju lima abad Jakarta.
Selain sebagai wadah halal bihalal, Lebaran Betawi tahun ini merupakan yang pertama di bawah naungan MKB sebagai Lembaga Adat pasca-berlakunya UU DKJ No. 2 Tahun 2024.
"Ini adalah wujud adaptasi konstitusi. Lebaran Betawi 2026 membawa misi memperkokoh persatuan dan menjaga tradisi di tengah transformasi Jakarta menjadi Kota Global," kata Riano dalam keterangan tertulis di Jakarta, 30 Maret 2026.
Lebaran Betawi yang kali pertama dilaksanakan pada 2008 merupakan inisiasi Amarullah Asbah dengan dukungan penuh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni.
"Tradisi ini terus terjaga hingga kini sebagai simbol sinergi kultural antara masyarakat Betawi dan Pemprov DKI Jakarta," kata Riano.
Memasuki tahun ke-18, Lebaran Betawi kali ini mendapat dukungan penuh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam memperkuat identitas Betawi.
"Tak sekadar silaturahmi, ajang ini menjadi ruang eksplorasi mendalam atas tradisi yang kaya nilai spiritual, sosial, dan kultural bagi warga Jakarta," kata Riano.
Ketua Pelaksana Kepanitiaan Lebaran Betawi 2026, Anas Ma’ruf menambahkan, acara akan tetap mempertahankan tradisi khas Betawi, seperti anteran, kuliner dan atraksi seni budaya yang melibatkan seluruh wilayah kota.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk berkolaborasi dan hadir dalam Lebaran Betawi. Karena Ini adalah panggung identitas utama Jakarta yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kultural," kata Anas.
BERITA TERKAIT: