Selain dari kepala negara, hewan kurban juga datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri PAN-RB Syafruddin, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sementara 50 ekor kambing datang dari warga sekitar masjid.
"Masjid Sunda Kelapa berlangganan berkurban di zamannya para pejabat sebelum masa reformasi juga sudah ke sini. Kalau tahun lalu perolehan kurban kita lebih banyak, tahun ini selisihnya 12-15 ekor dari tahun lalu," kata Ketua Panitia Kurban Masjid Sunda Kelapa, Suprikarjono, di Halaman Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Rabu (22/8).
Hewan kurban itu setelah dipotong, kata Jono, akan dibagikan dengan melalui bagian internal dan eksternal. Pembagian untuk internal seperti petugas kebersihan berseragam orange dan warga yang dinilai kurang mampu di sekitaran masjid.
"Internal yaitu ke petugas kebersihan seragam-seragam orange di seputaran ini. Sementara eksternal itu di panti asuhan, pesantren-pesantren duafa di seluruh Jakarta dan pelosok," tuturnya.
Dia mengungkapkan, pengelolaan hewan kurban di masjid Sunda Kelapa mengusung konsep sehari tuntas dimana sasarannya adalah memberikan secara langsung tanpa ada kupon yang menyebabkan antrian.
"Kita antarkan, kita tidak pakai kupon, kita layani jemaah dan berhak mereka berhak menerima," kata Suprikarjono.
[rus]
BERITA TERKAIT: