Sebagian orang Jawa menyebut kata 'Lebaran' berasal dari bahasa Jawa yaitu kata "wis bar" yang berarti sudah selesai. "Bar" adalah bentuk pendek dari kata "lebar" dalam bahasa Jawa yang artinya selesai.
Di hari Ied manusia kembali ke kesucian. Ied bisa dikaiatkan sebagai momentum bersih diri. Allah SWT mempersembahkan dua Ied sebagai wahana bagi manusia untuk kembali menjadi hamba sebenarnya. Status tertinggi manusia adalah kehambaan.
Tidak ada yang bisa dipersembahkan oleh manusia saat menghadap kepada Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Suci kecuali menjadi seorang hamba. Ketika menghadap Allah SWT, manusia dituntut mempersembahkan sesuatu yang tidak dimiliki Allah SWT. Persembahan menjadi istimewa ketika penerima persembahan tak memilikinya.
Hanya status kehambaan yang tak dimiliki Tuhan. Karena itu, Allah SWT menghargai persembahan manusia yang menghamba dan merendah di hadapan Yang Maha Besar.
Alhamdulillah, Allah SWT menghadiahkan dua momentum besar kepada ummat manusia untuk dijadikan sebagai pijakan menghamba. Dua momentum merupakan hasil jamuan-Nya.
Yang satu adalah hasil jamuan waktu, dan yang satunya adalah jamuan tempat. Jamuan waktu adalah bulan Ramadhan yang kemudian mempersembahkan Iedul Fitri. Adapun jamuan tempat adalah Haji di tempat suci, Mekkah Al Mukaromah yang kemudian mempersembahkan Iedul Adha.
Iedul Adha dan Iedul Fitri adalah hasil jamuan ilahi yang terkait waktu dan tempat. Kedua hari Ied itu juga berartikan lebaran, yaitu selesai dari menunaikan puasa bulan Ramadhan yang terkait dengan waktu dan selesai menunaikan ibadah haji yang terkait dengan tempat.
Maha Suci Allah SWT yang menjadikan dua momentum suci, Iedul Fitri dan Iedul Adha. Semoga kita digolongkan manusia yang mengoptimalkan jamuan ilahi dengan menghampa kepada-Nya. Selamat Hari Raya Iedul Adha.
[***]Alireza Alatas
Pembela ulama dan NKRI/ aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA)
BERITA TERKAIT: