Setidaknya itulah yang saya dapatkan saat duduk di sebuah kafe Hotel Puri Asri yang menghadap pemandangan Gunung Sumbing, Kamis 5 Juli 2018.
Selain diperlihatkan pemandangan yang indah, juga diperdengarkan lagu alam. Di sana ada suara jangkrik dan katak sawah yang saling bersahutan. Suara lirih sungai Progo yang membentang sepanjang kota Magelang pun ikut memecah suasana hening jelang Maghrib.
Sungai Progo adalah sebuah sungai yang mengaliri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Progo bersumber dari lereng Gunung Sundoro-Gunung Sumbing yang melintas ke arah tenggara dan selatan sepanjang 140 Km.
Tidak hanya suasana alam yang begitu indah, tapi suara zikir dan tarhim yang terdengar sayup-sayup dari sebuah masjid di kaki gunung Sumbing melengkapi suasana indah baik lahir maupun batin.
Suara tarhim, azan dan zikir dari sebuah masjid kaki gunung Sumbing, seakan mensyukuri kenikmatan ilahi yang dipersembahkan Yang Maha Agung dan Maha Indah.
Inilah keindahan alam yang disebut Dzikir Takwini yang terkombinasi dengan Dzikir Ikhtiyari. Kombinasi zikir Takwini dan zikir Ikhtiyari terpadu menjadi satu di Kota Magelang menghadap gunung Sumbing.
Disebut zikir Takwini karena memang secara penciptaan alam, berzikir memuji Tuhan Yang Maha Besar. Menurut persepsi zikir Takwini, manusia yang bermaksiat pun tetap berdzikir secara penciptaan, tapi tidak secara ikhtiar.
Sementara nilai ukur kesalehan manusia terletak pada ikhtiyar atau pilihannya pada kebaikan. Allah menciptakan manusia secara fitrah tanpa dosa. Secara penciptaan, manusia itu fitrah yang selalu berzikir kepada Allah Swt.
Sementara disebut zikir Ikhtiyari yang juga terkadang diistilahkan zikir Tasyri´i karena memang dzikir itu diupayakan secara ikhtiar oleh manusia. Manusia diciptakan Allah Swt sebagai makhluk yang berikhtiar atau bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah atau mana yang terbaik dan mana yang terburuk.
Senandung tarhim ala dialek Jawa di kaki gunung Sumbing dikategorikan sebagai zikir yang muncul karena ikhtiyar manusia untuk memuji Allah Swt . Di saat manusia memilih berzikir dengan mengucapkan puja-puji kepada Allah SWT seperti tarhim, maka ia tengah berikhtiar memilih jalan kemuliaan dan menjadi manusia menang di hadapan Allah Swt.
Dikatakan tarhim karena dalam zikir tersebut banyak kata rahmat, arham dan rohimin yang artinya adalah kasih sayang, paling disayangi dan orang-orang yang disayangi.Semoga kita selalu menjadi kekasih Allah Swt dan Rasul-Nya. Amin.
Alireza Alatas(Pembela ulama dan NKRI/aktivis SILABNA -Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara-)
BERITA TERKAIT: