Bursa Eropa Hijau, STOXX 600 Melompat Tinggi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 09 April 2026, 07:20 WIB
Bursa Eropa Hijau,  STOXX 600 Melompat Tinggi
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Pasar saham Eropa melonjak signifikan pada perdagangan Rabu 8 April 2026 waktu setempat. 

Optimisme investor membumbung setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran. Langkah ini memicu harapan bahwa jalur perdagangan energi krusial di Selat Hormuz akan segera beroperasi normal.

Berdasarkan laporan Reuters, kenaikan terjadi secara masif di seluruh zona Eropa.

STOXX 600 (Pan-Eropa) melambung 3,88 persen atau 22,91 poin ke posisi 613,50. Ini merupakan lonjakan harian terbesar dalam setahun terakhir.

DAX (Jerman) melejit 5,06 persen ke level 24.080,63. CAC 40 (Prancis) melonjak 4,49 persen menjadi 8.263,87. Sedangkan FTSE 100 (Inggris) menguat 2,51 persen di posisi 10.608,88.

Kesepakatan damai sementara ini tercapai hanya dua jam sebelum tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz berakhir. Hal ini berdampak pada harga minyak dunia yang merosot hingga di bawah 100 Dolar AS per barel.

Indikator ketakutan pasar (indeks volatilitas STOXX) pun turun di bawah level 25 untuk pertama kalinya dalam tiga pekan.

Meski demikian, Kiran Ganesh, analis dari UBS Global Wealth Management, mengingatkan bahwa risiko eskalasi retorika atau gangguan pasokan energi yang tak terduga masih mengintai di balik sentimen positif ini.

Penurunan harga energi menjadi katalis utama bagi sektor-sektor yang sebelumnya tertekan. Sektor industri dan perjalanan memimpin penguatan dengan kenaikan antara 5,7 persen hingga 7,1 persen.

Saham Produsen Baja ArcelorMittal meroket 12,8 persen diikuti Salzgitter yang menguat 15,2 persen, dan Thyssenkrupp yang naik 9 persen. 

Sektor teknologi naik 5,6 persen didorong oleh saham semikonduktor seperti Infineon dan ASML yang menguat hingga 11,8 persen.

Berseberangan dengan tren pasar, sektor energi menjadi satu-satunya yang memerah dengan penurunan 2,3 persen. Raksasa migas Shell merosot 4,7 persen setelah memangkas target produksi gas kuartal pertama, meski mereka memproyeksikan kenaikan laba dari perdagangan minyak. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA