Banyak warga, terutama di kawasan dengan mayoritas penduduk Syiah, turun ke jalan untuk merayakan kabar tersebut dan menganggapnya sebagai kemenangan bagi Iran.
Dikutip dari Kashmir Observer, Kamis 9 April 2026, perayaan terjadi di berbagai lokasi seperti Saidakadal, Shalimar, Zadibal, Bemina, hingga Lawaypora di Srinagar, serta distrik Budgam, Baramulla, Ganderbal, Pulwama, dan Bandipora.
Warga terlihat mengibarkan bendera Iran, menyalakan petasan, hingga membagikan minuman khas Kashmir, kehwa, kepada masyarakat sekitar sebagai simbol kegembiraan.
Seorang peserta aksi di Budgam menyampaikan pandangannya secara tegas. “Gencatan senjata ini adalah kemenangan bagi Iran. Mereka telah membuat AS dan Israel bertekuk lutut. Hari ini, kita merayakan kemenangan ini,” ujarnya.
Sebelum gencatan senjata diumumkan, masyarakat Kashmir juga diketahui menggelar penggalangan dana besar-besaran sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Bantuan yang diberikan mencakup uang hingga barang berharga lainnya.
Secara historis, hubungan Kashmir dan Iran memang cukup erat, baik dari sisi budaya, bahasa, maupun agama. Bahkan, Kashmir kerap dijuluki sebagai “Iran-e-Sagheer” atau “Iran kecil”.
Di sisi lain, pemimpin agama terkemuka Kashmir, Mirwaiz Umar Farooq, menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menilai gencatan senjata menjadi langkah positif menuju perdamaian.
"Pengumuman gencatan senjata selama dua minggu ini menunjukkan bahwa dialog dan pengendalian diri lebih efektif dibandingkan konfrontasi dalam menyelesaikan konflik," kata Farooq.
Ia juga memuji ketahanan dan keberanian rakyat serta kepemimpinan Iran dalam menghadapi tekanan.
Namun, tidak semua pihak melihat perkembangan ini secara positif. Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, justru mempertanyakan hasil nyata dari konflik tersebut. Ia menyoroti bahwa setelah hampir 39 hari ketegangan, belum jelas apa yang benar-benar dicapai oleh AS.
Menurutnya, salah satu dampak yang disebut-sebut, yakni terbukanya kembali Selat Hormuz, sebenarnya sudah terjadi sebelum konflik dimulai. "Apa sebenarnya yang dicapai AS dalam perang 39 hari ini?" katanya dalam sebuah unggahan di X.
BERITA TERKAIT: