“Dari data kami, puncak arus mudik disini (terminal Kalideres) itu di H-5 dimana ada 8,875 penumpang, dengan jumlah bus 478 yang diberangkatkan,†kata Revi di Terminal Kalideres, Rabu (13/6).
Penurunan kemudian terjadi di hari berikutnya hingga kemarin h-3, tercatat hanya ada 6,125 penumpang. “Prediksi hari ini akan menurun dari hari kemarin,†ujarnya.
Di Terminal Kalideres, sambung Revi, 30 awak bus dan sopir dilakukan pemeriksaan urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, 22 diantaranya layak sementara enam lainya layak dengan catatan kemudian dua sopir dinyatakan tidak layak untuk mengemudi.
“Jadi kita periksa darah dan urine para sopir, mereka harus melalui pemeriksaan ini dulu baru boleh jalan,†tandasnya.
Sebanyak 27 bus yang memasuki Terminal Kalideres juga telah dilakukan pemeriksaan uji kelayakan atau Rampcheck. Dari pengecekan, 22 bus tidak layak jalan.
“Rata-rata yang tidak lulus uji itu tidak memenuhi kelengkapan, seperti alat pemukul kaca, segitiga pengaman dan kotak obat,†pungkas Revi.
[fiq]
BERITA TERKAIT: