Setelah sempat dibuka pada level 6.989 dan mencoba menembus level psikologis di 7.022, indeks akhirnya melemah 0,29 persen atau turun sekitar 20,26 poin ke posisi 6.969,15.
Meskipun aktivitas perdagangan tergolong sangat masif dengan nilai transaksi mencapai Rp72,35 triliun, sentimen negatif di beberapa sektor raksasa menyeret indeks jatuh ke batas bawah hariannya di level 6.942.
Di tengah pelemahan indeks, sektor energi (IDXENERGY) tampil sebagai primadona dengan kenaikan 0,72 persen. Penguatan ini didorong oleh performa apik saham-saham seperti: INDY (Indika Energy) yang melesat signifikan sebesar 6,34 persen, dan MEDC (Medco Energi) yang naik 1,88 persen.
Sebaliknya, sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi pemberat utama bursa dengan koreksi tajam sebesar 2,12 persen. Pelemahan ini dipicu oleh rontoknya harga saham blue-chip dan konstruksi seperti ADHI yang turun 4,26 persen dan raksasa otomotif ASII yang melemah 2,87 persen.
Berdasarkan indeks LQ45, berikut adalah daftar saham yang paling banyak bergerak di sesi pertama.
Top Gainers di antaranya; DSSA (Dian Swastatika), BRPT (Barito Pacific), BREN (Barito Renewables), dan AKRA (AKR Corporindo).
Sementara top losers atau saham yang tertekan di antaranya; ADMR (Adaro Minerals), ANTM (Aneka Tambang), dan EMTK (Elang Mahkota)
Tiga saham yang paling aktif diperdagangkan dari sisi nilai transaksi siang ini adalah BUMI, BBRI, dan CUAN.
Secara teknis, pasar cenderung didominasi oleh aksi jual. sebanyak 261 saham menguat, sementara 371 saham melemah.
Pelemahan ini menunjukkan investor cenderung berhati-hati, meskipun sektor komoditas energi tetap memberikan harapan di tengah tekanan jual pada sektor industri dan konsumer. Fokus investor selanjutnya akan tertuju pada pembukaan perdagangan sesi II untuk melihat apakah level 6.900 mampu menjadi tumpuan yang kuat bagi IHSG.
BERITA TERKAIT: