Menurut calon ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama, awal 2018, lebih dari dua ton narkoba berhasil dibongkar aparat keamanan, termasuk penyelundupan sekitar satu ton narkoba jenis sabu dari Tiongkok di Perairan Batam.
"Miris sekali melihat begitu mudahnya barang haram itu masuk di negara kita. Kepolisian dan BNN harus tegas kepada pengedar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/3).
Haris mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama memberantas peredaran narkotika. Karena masa depan bangsa bisa rusak jika pemuda Indonesia mengkonsumsi narkoba.
"Sepertinya negara kita menjadi target pasar jaringan narkoba internasional, kepentingan negara asing merusak generasi muda sangat keji. Berfikir dan bergerak yang kongkrit memberantas narkoba wajib bagi semua elemen," jelasnya.
Survei Badan Narkotika Nasional, keberhasilan aparat mengungkap penyelundupan narkoba baru sekitar 10 persen. Masih jauh dari jumlah narkoba yang masuk ke Indonesia.
"Kenyataan ini harus dilawan bersama, pemuda harus berani, pemuda harus katakan tidak untuk narkoba. Pemuda adalah pemimpin masa depan," tegas Haris. [mel]
BERITA TERKAIT: