Saan menilai, jumlah kader yang migrasi tidak signifikan dan masih dalam batas wajar dalam dinamika politik.
“Ya kalau dikatakan banyak, masih bisa dihitung dengan jari ya,” kata Saan kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 13 April 2026.
Saan menegaskan, perpindahan kader dari satu partai ke partai lain merupakan hal yang lumrah dan tidak hanya terjadi di Partai Nasdem.
“Pindah itu kan hal biasa," kata Saan.
Wakil Ketua DPR itu menyebut, perpindahan tersebut bisa dipicu oleh keinginan kader untuk mencari pengalaman baru di dunia politik.
“Mencari tantangan dan suasana baru di tempat lain dan itu hal yang biasa dan itu bisa dihitung dengan jari,” kata Saan.
Namun demikian, meski ada kader yang berpindah ke PSI, Saan menegaskan bahwa kondisi internal Partai Nasdem tetap solid. Konsolidasi organisasi, kata Saan, terus berjalan di berbagai tingkatan.
“Konsolidasi baik secara nasional, wilayah, maupun daerah terus kita lakukan secara masif,” kata Saan.
Soliditas Nasdem, kata Saan, dilakukan dengan upaya penguatan internal partai melalui pendidikan politik yang dilakukan secara rutin, salah satunya melalui Akademi Bela Negara (ABN) Nasdem.
Sekadar informasi, sejumlah kader Nasdem sebelumnya hijrah ke PSI, mulai dari Ahmad Ali, Bestari Barus hingga Rusdi Masse Mappasessu.
BERITA TERKAIT: