Miftahul Huda adalah kader Banser yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Banyumanik Semarang saat perjalanan pulang usai mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Muadalah di Ungaran, Senin (22/1).
Gus Tutut, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, datang didampingi sejumlah pengurus PP GP Ansor dan pimpinan wilayah GP Ansor Jateng, pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan, serta ratusan personil Banser dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
Menurut Gus Tutut, secara pribadi dirinya tidak mengenal langsung Almarhum Miftahul Huda, akan tetapi dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya bahwa Huda adalah kader yang luar biasa.
"Khidmahnya ke NU ini juga total tapi karena Allah berkehendak lain ya kita harus menerima. Kita juga sampaikan ke keluarga juga demikian," jelasnya, Kamis (25/1).
Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia 1,5 tahun. Gus Tutut mengatakan, Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.
"Untuk anaknya yang masih 1,5 tahun itu, Insya Allah Ansor nanti akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle," katanya.
Gus Tutut menjelaskan, jika PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.
"Bapaknya almarhum mau berembug dulu dengan keluarga, tentu keputusan sepenuhnya diserahkan ke keluarga," katanya.
Saat mengunjungi keluarga almarhum, Gus Tutut juga memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.
[parwito/wah/rmoljateng]
BERITA TERKAIT: