Dalam pernyataan resminya, Hizbullah juga menyerukan kehati-hatian kepada semua pihak agar tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan kejadian.
"Hizbullah menekankan pentingnya untuk menghindari kesimpulan dan tuduhan yang terburu-buru sebelum seluruh fakta dan kronologi peristiwa terungkap secara jelas," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 19 April 2026.
Lebih lanjut, Hizbullah menyoroti pentingnya koordinasi antara warga lokal, pasukan UNIFIL, dan militer Lebanon, terutama dalam situasi yang mereka sebut sensitif.
Hizbullah mengaku keheranan atas tuduhan cepat yang diarahkan kepada mereka, sembari menyindir pihak-pihak yang tetap diam selama serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL bulan lalu.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa satu tentaranya tewas dalam serangan tersebut.
"Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Zeni Parasut ke-17 di Montauban tewas pagi ini di Lebanon selatan selama serangan terhadap UNIFIL," kata Macron.
Macron bahkan mengatakan semua indikasi menunjukkan bahwa Hizbullah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di sisi lain, pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyatakan telah memulai proses penyelidikan.
BERITA TERKAIT: