Melalui tayangan video, Gibran menekankan bahwa transformasi adalah keniscayaan di tengah dunia yang berubah cepat.
"Generasi muda termasuk kader Hima Persis harus adaptif dan siap memanfaatkan bonus demografi melalui penguasaan teknologi seperti AI dan coding demi kemajuan bangsa," kata Gibran.
Sementara itu, Ketua Umum PP Hima Persis, Solahudin Hasan menekankan bahwa usia tiga dekade bukanlah sekadar perayaan angka melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban sejarah.
"Hima Persis harus tetap menjadi rahim yang melahirkan pemimpin peradaban, bukan sekadar menjalankan program kerja tanpa ruh, karena jika kaderisasi yang bersifat ilmiah, progresif, dan revolusioner melemah, maka organisasi hanya akan menjadi bangunan kosong yang kehilangan esensinya," kata Solahudin.
Dalam kesempatan tersebut, PP Hima Persis secara resmi meluncurkan Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) sebagai instrumen standardisasi mutu pengaderan di tingkat nasional.
Selain itu, dilaksanakan prosesi penganugerahan Anugerah Ulul Albab yang diberikan kepada tujuh alumni terpilih, yakni Deden Syarif Hidayat, Abdul Malik Elhakimi, Tatan Ahmad Santana, Ryan Alviana, Dikdik Firman Sidik, Muhammad Ramdan Abdul Wahid, dan Ihsan Fauzi Rahman atas kontribusi mereka di berbagai bidang pengabdian.
Terakhir, PP Hima Persis membacakan Deklarasi Manifesto Hima Persis 2045 yang merupakan dokumen visi jangka panjang organisasi.
BERITA TERKAIT: