Rivai Ras Paling Berpeluang Pimpin Sulsel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 17 Oktober 2017, 00:33 WIB
Rivai Ras Paling Berpeluang Pimpin Sulsel
Rivai Ras/Net
rmol news logo . Mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rivai Ras diprediksi sebagai pendatang baru yang akan memenangkan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018. Pasalnya, masyarakat Sulsel kebanyakan sudah kecewa dengan sosok pemimpin atau pejabat terdahulu yang hanya melakukan pencitraan dan namun tidak menepati janji kampanye.

Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan oleh Lembaga Jaringan Survei Indonesia (LJSI) baru-baru ini. Direktur LJSI Wilayah Indonesia Timur, Herlina mengungkapkan bahwa survei ini melibatkan responden sebanyak 1.327 warga Sulsel yang tersebar di kabupaten dan kota se Sulsel.

Ada beberapa hal yang mereka survei. Salah satu diantaranya adalah tingkat kompentensi kepemimpinan para tokoh. Hasilnya, Rivai Ras unggul dengan tingkat kompentensi kepemimpinannya sebesar 67,3 persen. Disusul Wakil Gubernur Sulsel saat ini Agus Arifin Nu'mang 66,2 persen, Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse 65,3 persen, gurubesar Ilmu Kehutanan Universitas Hasanuddin Nurdin Abbdullah 61,3 persen, adik gubernur Sulsel saat ini Ichsan Yasin Limpo dengan  59,4 persen, Anggota DPR RI Akbar Faisal 58,7 persen, politisi Partai Golkar Nurdin Halid 56,4 persen dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Gerindra Sulsel La Tinro Latunrung 53,3 persen.

Survei LJSI, lanjut Herlina, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan terbuka (top of mind), jika Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan saat ini. Hal itu untuk mencari tahu soal elektabilitas para tokoh tersebut.

Hasilnya, nama Rivai Ras unggul dengan 10.7 persen. Kemudian disusul Agus Arifin Nu'Mang 8,4 persen, Nurdin Abdullah 7,3 persen, Akbar Faisal 7,2 persen, Rudi Masse 6,9 persen, Ichsan Yasin Limpo 6.7 persen, Nurdin Halid 5.9 persen, dan La Tinro Latunrung 1.6 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan yakni sebesar 45,3 persen.

"Hal ini menandakan bahwa nama Rivai Ras tokoh baru yang sudah memulai sosialisasi sejak setahun ini sangat  melekat di memori publik sebagai calon gubernur. Tapi perlu dicatat, undecided voters masih sangat tinggi dan pelaksanaan pilkada masih 8 bulan lagi  sehingga masih sangat mungkin terjadi fluktuasi politik (pergeseran pemilih)," jelasnya.

Dalam pertanyaan tertutup jika Pilkada Sulawesi Selatan dilaksanakan sekarang, lanjut Herlina, jawaban responden yang memilih Rivai Ras juga cukup tinggi yakni 14,4 persen, Agus Arifin Nu'Mang 13,2 persen, Rudi Masse 12,3 persen, Nurdin Abdullah 10,4 persen, Ichsan Yasin Limpo 8.2 persen, Akbar Faisal 7,7 persen, Nurdin Halid 6.2 persen, dan La Tinro Latunrung 2,2 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan sekitar 25,4 persen.

"Nama Rivai Ras, Agus Arifin Nu'Mang, Nurdin Abdullah dan Rudi Masse  merupakan kandidat potensial untuk menjadi Gubernur Sulawesi Selatan," tegasnya.

Secara statistik, lanjut dia perolehan elektabilitas 4 (empat) kandidat tersebut selisih tipis satu sama lain dengan kandidat di bawahnya (masih dalam rentang margin of error). Artinya belum ada kandidat yang sangat kuat berpontensi memenangkan  Pilkada Sulawesi Selatan.
 
Namun katanya Rivai Ras merupakan pendatang baru di dunia perpolitikan Sulsel yang paling siap dibanding tokoh-tokoh lain seperti Nurdin Abddulah l, Nurdin Halid, Ichsan Yasin Limpo, Agus Arifin Nu'mang, Rudi Masse, Akbar Faisal, La Tinro La Tunrung.

LSJI juga kata Herlina juga mencari tahu soal tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat ini mencapai. Hasilnya sebanyak 66.7 persen menyatakan mereka puas. Sementara itu, yang puas dengan kinerja Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang saat ini 69,3 persen. Secara kuantitatif, angka kepuasan gubernur relatif tinggi karena berada jauh di atas 50 persen. Begitu pula, tingkat kepuasan wakil gubernur cukup baik karena di atas 50 persen.

"Dalam teori perilaku pemilih, tingkat kepuasan gubernur memang lebih tinggi dari wakil gubernur. Hal ini wajar lantaran peran gubernur lebih dominan ketimbang wakil gubernur. "Tetapi justru ini terbalik publik lebih puas dengan kinerja wakil Gubernur, ini diartikan kalau Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur pada kepemimpinannya pada periode kedua banyak memberi peran pada wakilnya," papar Herlina.

Dari temuan survei lainnya, ternyata sebanyak 61.96 persen responden belum  mengetahui akan ada pemilihan langsung Gubernur - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada Juni 2018 mendatang. Hal ini menandakan bahwa publik belum mendapatkan sosialisasi Pilkada sebanyak 38.04 persen. Padahal  Pilkada tinggal 8 bulan lagi.

Adapun sifat atau kriteria Gubernur yang diharapkan bisa memimpin Provinsi Sulawesi Selatan lima tahun ke depan? Jawaban para responden adalah jujur 21.36 persen, terbukti kinerjanya 20.37 persen, merakyat 16.85 persen, dan berpengalaman 10.36 persen.

"Empat sifat yang cenderung dominan ini penting untuk diperhatikan mengingat hal itu adalah harapan publik terhadap karakter pemimpin lima tahun mendatang," demikian Herlina.

Survei LSJI kali ini mengunakan teknik sampling atau acak dengan metode multistage random sampling pada populasi jumlah DPT di Sulsel. Survei ini mempunyai tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan pada margin of error kurang lebih 2,7 persen. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA