"Hari ini ruang informasi kita dipenuhi oleh info yang diproduksi individu. Masalahnya, budaya ngobrol dibawa ke medsos," kata kandidat calon Gubernur Jawa Barat itu usai menerima Kepala Bank Indonesia Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Kamis (8/6).
Dia menjelaskan, banyak pengguna media sosial yang tidak sadar bahwa mereka berada di ruang publik saat menggunakan media sosial. Akibatnya, sebagian besar pengguna masih menggunakan bahasa yang tidak santun sehingga menyinggung pihak lain.
Bahkan, Emil menilai perilaku netizen yang begitu sudah menjadi cermin perilaku kebanyakan masyarakat Indonesia. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga tata krama saat berinteraksi dengan pihak lain lewat media sosial.
"Gunakanlah bahasa yang baik dan santun karena bahasa cermin budaya," ujarnya.
Dia memuji langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk mengatur penggunaan medsos. Menurutnya, fatwa MUI saat bermedsos memperkuat rambu-rambu bagi masyarakat dalam mengarungi dunia maya.
Dia berharap masyarakat memahami bahwa pertanggungjawaban perilaku seseorang saat bermedsos tidak hanya berlaku di dunia, tetapi juga akhirat.
"Jangan memposting sesuatu yang tidak ada faktanya. Haram hukumnya ujaran kebencian, tunjukkan bahwa kita bangsa dewasa," terangnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: