Umat Islam Wajib Pelihara Budaya Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 01 April 2017, 21:10 WIB
Umat Islam Wajib Pelihara Budaya Indonesia
RMOL
rmol news logo Umat Islam yang berada di Indonesia bukan sekedar mampir. Karena itu, semua umat Islam Indonesia wajib memelihara budaya yang ada dan tidak bertentangan dengan akidah Islam. Dan Islam juga tidak pernah membenarkan kekerasan.

"Ajaran Islam Bung Karno serta para ulama dan para Walisongo tidak pernah mengajari kekerasan dan penghinaan terhadap sesama umat. Mereka mengajari masyarakat Indonesia untuk selalu hidup berdampingan dengan rasa nyaman dan aman sesuai dengan filosofi Pancasila yang sudah disepakati sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara," jelas KH Nu'man Bashori Alwi saat menyampaikan ceramah dalam acara Ngaji Kebangsaan di Pejaten Barat, Jakarta (Sabtu, 1/4).

Menurut Gus Nu'man, begitu ia disapa, Islam Indonesia bukanlah model Wahabi dan ISIS (Negara Islam) yang selalu memaksakan kehendak kepada orang yang berbeda pemahaman. Tentu saja Islam model Wahabi dan ISIS akan merusak tatanan kehidupan masyarakat yang sebelumnya berada dalam kedamaian.

"Islam yang ada di Indonesia yaitu Islam rahmatan lil alamin. Sementara kelompok Wahabi tersebut dengan segala macam cara memaksakan paham mereka kepada masyarakat, dan bila masyarakat tidak sepaham maka dianggap kafir dan munafik. Padahal dalam Islam diajarkan bila orang menuduh seseorg itu wajib adanya bukti. Al-bayyinatu 'alal mudda'i wa al-yaminu 'alal mudda'a alaihi. Bukti itu wajib bagi penuduh dan sumpah itu diperlukan bagi orang yang tertuduh dan mengingkari tuduhannya," ujarnya.

Gus Nu'man yang juga ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) mengajak seluruh aktivis Islam moderat yaitu Islam Nusantara yang berkemajuan agar memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat luas ajaran Islam. Sehingga, Islam Indonesia benar-benar hadir sebagai Islam yang membawa rahmat kepada semesta. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA