Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, meyakini bahwa Islam sebagai agama yang
kaffah memiliki pijakan yang sangat solid dalam merespons isu lingkungan hidup.
“Islam sebagai ajaran agama yang memiliki kompatibilitas dengan isu-isu lingkungan hidup, kehutanan atau yang saat ini kita sebut sebagai ekoteologi,” kata Raja Juli di Universitas Muhammadiyah Jember, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.
Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2000-2002 itu menjelaskan, banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang bukan sekadar memotivasi, tetapi juga mewajibkan umat Islam untuk menjaga alam.
Ia mencontohkan teladan para khalifah dalam menjaga lingkungan, bahkan dalam situasi perang. Salah satunya adalah Abu Bakar al-Siddiq yang melarang pasukannya menebang pohon berbuah.
“Allah mengatakan
Wa la tufsidu fil-ardi ba‘da, janganlah kamu melakukan kerusakan membuang sampah, melakukan deforestasi, melakukan pencemar lingkungan setelah Allah membuatnya dengan baik atau sempurna," urainya.
Ia juga mengutip pesan,
Wa la taqta‘u syajaran mutsmira atau janganlah memotong pohon yang berbuah. Menurutnya, dalam konteks kekinian, makna pohon berbuah dapat diperluas sebagai pohon yang memberi manfaat ekologis, termasuk menghasilkan oksigen.
“Saya sangat meyakini, mengimani, bahwa secara teologis secara aqidah, agama Islam memiliki landasan yang sangat solid, memotivasi kita bahkan mewajibkan kita menjaga alam kita, menjaga hutan kita secara baik,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: