Dikutip dari
Reuters, emas spot anjlok 3,6 persen ke 5.137,00 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS turun 3,5 persen ke 5.123,70 Dolar AS per ons.
Saat ini, banyak investor beralih pada dana kas atau Dolar di tengah ketidakpastian.
Lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran turut memicu kekhawatiran inflasi. Hal ini meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga.
Logam lainnya juga merosot. Perak ambles 6,6 persen ke 83,50 Dolar AS per ons. Platinum dan Paladium masing-masing melorot 8,4 persen dan 5,6 persen.
Meski terkoreksi tajam, analis menilai penurunan ini bisa bersifat sementara. Secara tahun berjalan (year-to-date), emas masih mencatat kenaikan 19 persen didorong oleh fungsi safe-haven di tengah konflik Timur Tengah yang memanas.
BERITA TERKAIT: