Kekhawatiran investor terhadap dampak konflik terhadap pasokan energi dan stabilitas ekonomi global membuat pasar saham di kawasan bergerak di zona merah.
Dikutip dari
CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,24 persen, memperpanjang penurunan tajam sehari sebelumnya yang menjadi yang terburuk dalam 19 bulan terakhir. Tekanan jual juga melanda pasar lain di kawasan.
Di Australia, indeks ASX 200 dibuka turun 1,81 persen, sementara indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,59 persen dan Topix terkoreksi 1,61 persen.
Di Hong Kong, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Index berada di level 25.448, lebih rendah dibanding penutupan terakhir di 25.768,08. Sementara itu, pasar saham India dan China daratan sempat berada dalam jeda perdagangan siang.
Selain tekanan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan agenda penting di China, yakni pertemuan parlemen tahunan yang dikenal sebagai “Two Sessions”. Forum ini mencakup Kongres Konsultatif Politik Rakyat China dan pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC).
Perdana Menteri China, Li Qiang, dijadwalkan mengumumkan target-target ekonomi terbaru pemerintah, yang akan menjadi acuan arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu tahun ini.
BERITA TERKAIT: